Apa
yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah kesehatan seksual? Mungkin
Anda memikirkan tentang terbebasnya seseorang dari penyakit-penyakit
seksual. Anda benar. Namun, bebas dari penyakit seksual hanyalah salah
satu aspek dari kesehatan seksual. Secara umum, kesehatan seksual
didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik, psikologis, dan sosial
yang terkait dengan seksualitas dan terjadi secara terus menerus. Jadi,
kesehatan seksual mencakup banyak hal. Anda sehat secara seksual jika
Anda bisa secara bebas dan bertanggung jawab mengekspresikan seksualitas
yang bisa meningkatkan kehidupan pribadi dan sosial Anda. Sehat berarti
juga harus tidak ada penyakit seksual (misalnya tidak menderita sifilis
atau gonore), tidak mengalami disfungsi seksual (tidak vaginismus atau
impotensi), dan tidak memiliki kekurangan kemampuan seksual (misalnya
Anda menjadi sulit orgasme). Seksualitas Anda secara keseluruhan sehat,
itulah maksudnya.
Kita tahu bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia. Oleh sebab itu,
kesehatan seksual juga merupakan hak asasi manusia. Artinya, kesehatan
seksual harus diakui dan dilindungi setiap orang karena setiap orang
berhak untuk mendapatkannya. Organisasi kesehatan dunia atau WHO, telah
merumuskan hak-hak seksual setiap manusia yang merupakan hak asasi.
Melalui World Association for Sexology, dirumuskanlah hak seksual manusia sebagai berikut :
- Hak untuk memperoleh kebebasan seksual
- Hak untuk memperoleh otonomi seksual, integritas seksual, dan seksualitas tubuh yang aman
- Hak untuk memperoleh privasi seksual
- Hak untuk memperoleh keadilan seksual
- Hak untuk memperoleh kenikmatan seksual
- Hak untuk mengekspresikan seksualitas secara emosional
- Hak untuk menyatakan kebebasan secara seksual
- Hak untuk bebas dan bertanggung jawab menentukan pilihan reproduksi
- Hak untuk memperoleh informasi seksual berdasarkan kajian ilmiah
- Hak untuk memperoleh pendidikan seksual yang komprehensif
- Hak untuk memperoleh perawatan kesehatan seksual
Sebelas poin
di atas adalah hak seksualitas manusia yang dimiliki seorang manusia
karena ia manusia. Artinya, siapapun memiliki hak itu. Pelanggaran atas
hak-hak di atas berarti pelanggaran atas hak asasi. Lantas, apa dan
bagaimana ciri-ciri seseorang yang memiliki kesehatan seksual yang baik?
Para ahli telah merumuskannya untuk Anda. Berikut adalah beberapa ciri
yang harus dimiliki oleh orang dewasa yang memiliki kesehatan seksual
yang baik.
- Menghargai tubuh sendiri
- Mencari informasi lebih lanjut mengenai reproduksi jika memerlukan
- Mengakui bahwa perkembangan manusia mencakup perkembangan seksualitas yang boleh jadi mengandung pengalaman seksual yang terkait dengan reproduksi atau genital.
- Berinteraksi dengan semua jenis kelamin dengan perhormatan dan cara-cara yang sesuai
- Mengekspresikan cinta dan keintiman dengan cara-cara yang sesuai
- Membangun dan menjaga hubungan yang penuh makna
- Menghindari hubungan yang eksploitatif dan manipulatif
- Bertanggung jawab atas perilakunya sendiri
- Berkomunikasi secara efektif dengan keluarga, teman dan pasangan
- Nyaman dengan seksualitasnya dan mengekspresikannya sepanjang hayat
- Mengekspresikan seksualitasnya dan sekaligus menghormati hak-hak orang lain
- Mencari informasi baru untuk meningkatkan seksualitasnya.
- Membedakan antara hidup yang meningkatkan perilaku seksual dengan yang membahayakan diri dan orang lain
- Menggunakan kontrasepsi secara efektif untuk menghindari kehamilan tidak diinginkan
- Mencegah kekerasan seksual
- Mencari perawatan prenatal (bayi dalam kandungan) sejak dini
- Menghindari penyebaran atau transmisi penyakit seksual menular
- Mempraktekkan perilaku pro-kesehatan, seperti cek kesehatan teratur, mendeteksi potensi kesehatan sejak dini, dan lainnya.
- Menunjukkan toleransi terhadap orang-orang dengan nilai-nilai seksual dan gaya hidup berbeda
- Mencari tahu pengaruh keluarga, budaya, agama, media, dan masyarakat terhadap pikiran, perasaan, nilai-nilai dan perilaku yang berhubungan dengan seksualitasnya.
- Mengkampanyekan hak-hak semua orang untuk mendapatkan informasi tentang seksualitas yang akurat
- Menghindari perilaku yang menunjukkan prasangka dan fanatisme
- Menolak stereotip tentang seksualitas dari kelompok berbeda.
Ragam jenis persoalan kesehatan seksual
Apa
saja persoalan kesehatan seksual? Segala sesuatu yang menyebabkan
kesehatan seksual tidak dapat dicapai adalah persoalan kesehatan
seksual. Rentangnya dari sindrom klinis yang terkait dengan fungsi
seksual, cinta atau kelekatan emosi, perilaku seksual kompulsif,
reproduksi, identitas gender, kekerasan dan penipuan, infeksi seksual
menular, dan lainnya. Masing-masing memiliki varian turunannya sendiri.
Pertama,
persoalan kesehatan terkait fungsi seksual. Persoalan kesehatan yang
satu ini lebih dikenal sebagai disfungsi seksual. Jenis-jenisnya adalah
gangguan hasrat seksual hipoaktif, aversi seksual (membenci hal-hal yang
berbau seksual), gangguan dorongan seksual perempuan, disfungsi ereksi
laki-laki, gangguan orgasme pada perempuan, gangguan orgasme pada
laki-laki, ejakulasi dini, vaginismus (vagina tegang dan menutup rapat),
dan hubungan seksual yang menyakitkan.
Kedua, persoalan kesehatan terkait emosi kelekatan atau cinta. Sindrom ini dikenal juga sebagai parafilia. Ragam jenisnya adalah eksihibionisme, fetisme, froteurisme, pedofili, masokisme seksual, sadisme seksual, fetisme-transvertisme, voyeurisme, dan parafilia tidak spesifik.
Ketiga,
persoalan kesehatan terkait perilaku seksual kompulsif. Penderitanya
memiliki kecenderungan untuk terus menerus melakukan suatu perilaku
seksual tertentu. Termasuk didalamnya adalah kegemaran melakukan
hubungan seksual dengan selalu berganti-ganti pasangan untuk menjelajahi
berbagai variasi pengalaman seksual, hanya terobsesi seksual pada
pasangan yang tidak dapat diraihnya, melakukan tindakan oto-erotisme
(termasuk masturbasi) yang kompulsif, dan selalu melakukan
perselingkuhan atau affair. Jika pasangan seksual Anda ingin
selalu mengulangi urutan dan gaya melakukan hubungan seksual persis sama
secara terus menerus, itupun termasuk perilaku seksual kompulsif.
Keempat,
persoalan kesehatan yang terkait konflik identitas gender. Terdapat
konflik dalam diri individu dalam menghayati identitas gendernya.
Jenisnya adalah disporia gender pada anak-anak, remaja dan dewasa, lalu ada inter-seks dan konflik identitas gender lainnya.
Kelima,
persoalan kesehatan seksual terkait kekerasan dan penipuan.
Jenis-jenisnya adalah kekerasan seksual yang dialami anak-anak (termasuk
post-traumatic stress disorder atau gangguan stres pasca
trauma), kekerasan seksual yang diikuti sindrom klinis, perkosaan yang
diikuti gangguan atau sindrom klinis, fobia klinis yang terkait
seksualitas (misalnya homofobia dan erotofobia),
sindrom klinis yang mengikuti suatu kekerasan seksual (misalnya depresi
dan gagal ereksi setelah memperkosa), dan perilaku seks yang tidak aman
yang bisa menimbulkan infeksi penyakit.
Keenam,
persoalan kesehatan seksual terkait persoalan reproduksi. Jenis-jenis
persoalannya adalah ketidaksuburan, kemandulan, kehamilan tidak
diinginkan dan komplikasi aborsi. Kehamilan tidak diinginkan dan
komplikasi aborsi adalah persoalan kesehatan seksual yang banyak dialami
remaja.
Ketujuh
persoalan kesehatan seksual terkait infeksi seksual menular. Ragam
jenis persoalannya adalah peradangan alat genital, peradangan mulut,
peradangan dubur, penurunan fungsi saluran kencing, saluran vagina
maupun anus, dan infeksi beragam jenis penyakit seperti HIV, sifilis,
gonore, dan lainnya.
Terakhir,
persoalan kesehatan yang terkait hal-hal lainnya. Boleh jadi, persoalan
kesehatan muncul karena gangguan seksual akibat penuaan atau kekurangan
fisik, karena adanya penyakit mental maupun fisik, karena sedang berada
di dalam terapi medis atau yang lainnya.
22.46
P3W CENTER

Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar