Tentang YKB

YAYASAN KESEHATAN BETHESADA
Singkatan : YKB


Contact Person : Benn Saroinsong, S.Ked (Direktur)


alamat :
Jl. Pembangunan No.3-5, Jayapura
Kota : Papua
Kode Pos : 99111
Telepon : 0967-531785
Fax : 0967-531785
Hp : 0811-488-953
Email : ykb@jayapura.wasantara.net.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Jenis Organisasi : NGO/LSM, NGO


Tahun Berdiri : 1984


Jumlah Staf: 22


Jumlah Sukarelawan : 128


Sumber Dana : usaha Swadaya, Logistik Obat, Sanggar Latihan, Sponsor, Pemerintah.


Anggaran Tahunan : Rp. 750.000.000,- / tahun


Kegiatan (2 tahun terakhir) :
capacity building unit-unit kesehatan mitra (gereja) YKB
isu gender
advokasi/lobi
HIV/AIDS
kesehatan perempuan dan anak


Kegiatan (2 tahun ke depan) :
capacity building unit-unit kesehatan mitra gereja
isu gender
advokasi/lobi


Tingkat Kegiatan :
Desa
Kota

 Area Geografis :
Papua



Mitra Kerja dan Jaringan :
Indonesia : LSM Peduli AIDS di Jayapura, Yasanto Merauke, Yayasan Citra Usada Bali, PKBI Yogya,YIS Solo, PKBI Jayapura, PSK Uncen Jayapura, YSA Sorong, Mikatepmos Manokwari
Internasional :


Pelayanan-pelayanan :
Pertukaran informasi
Jaringan Kerja



Keterangan Singkat Organisasi :
YKB berdiri atas mufakat dan kerja sama Oikumenis dari 9 Gereja Nasional di Tanah Papua, yaitu : Gereja Katolik, Gereja Kristen Injili di Irian Jaya (GKI), Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII), Gereja Jemaat Protestan di Indonesia (GJPDI), Gereja Injil di Indonesia (GIDI), Gereja Reformasi,Gereja Masehi Advent Hari ke Tujuh, Gereja Baptis dan Gereja Protestan Alkitab di Indonesia.


Aktivitas yang selama ini dilakukan :
  1.  Menyediakan kebutuhan obat dan bahan atau alat kesehatan bagi unit/pos kesehatan mitra (Gereja) dan  merupakan cabang Perdhaki Pusat di Papua. Merupakan Logistik obat baik Jayapura maupun di Wamena
  2. Menyediakan pelayanan pengobatan bagi masyarakat umum (khususnya yang tidak mampu). Ada poliklinik.
  3. Melakukan serangkaian kegiatan pelatihan bagi kader kesehatan Gereja, dilaksanakan tahun 1991,1994 & 2002, kerja sama YKB dengan Dinkes Papua, USC-Canada dan terakhir WHO.
  4. Melakukan penelitian-penelitian kesehatan masyarakat, kerja sama YKB dengan PSK-Uncen dan pemerintah.
  5. Menerbitkan media KIE bagi petugas kesehatan di seluruh Papua dan juga media informasi pencegahan HIV/AIDS kerja sama dengan Ausaid, Path dan FHI (USAID).
  6. Menjangkau dan mendampingi masyarakat secara langsung lewat program-program pengembangan.


Latar Belakang


Yayasan Kesehatan Bethesda adalah suatu Lembaga Sosial Gereja-gereja yang bergerak di bidang Kesehatan. Nama Bethesda berasal dari bahasa Ibrani, yang diambil dari nama sebuah kolam yang berada dekat pintu gerbang domba di Jerusalem (Yohanes 5 : 2), dimana sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan kedalam kolam itu dan menggoncangkan air didalamnya, dan barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, akan menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Dengan demikian Yayasan diharapkan dapat melakukan peran sebagai kolam penyembuhan Bethesda.
Sejarah berdirinya YKB, awalnya adalah atas anjuran Majelis Wali Gereja Indonesia (MAWI) Keuskupan Jayapura mendirikan sebuah Biro Medis pada tahun 1974. Biro Medis ini dipimpin oleh Pater Verheyen Ofm, kemudian dilengkapi dengan dua tenaga lainnya, yaitu untuk bagian Administrasi (Sdr. Edo Letsoin) dan bagian Logistik Obat-obatan (Sr. Pancratio Lips DSY). Secara struktural Biro Medis adalah salah satu anggota Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) yang berpusat di Jakarta, dan bernaung dibawah konfrensi Uskup se Irian Jaya/Papua. Tugas Biro Medis terbatas pada penyaluran obat-obatan bagi sejumlah stasi Gereja Katolik di pedalaman Irian Jaya/Papua. 
Melalui suatu kerjasama yang terus dikembangkan oleh Pater Verheyen itu, maka pada tanggal, 31 Desember 1978 dibentuklah suatu yayasan baru dengan nama Yayasan Biro Medis Bethesda. Yayasan ini dibentuk sebagai wadah kerjasama antara Gereja Katolik dan GKI (Gereja Kristen Injili di Irian Jaya/Tanah Papua). Dan untuk pertma kalinya Yayasan ini dipimpin oleh Drs. Theo van den Broek Ofm. Secara kelembagaan Yayasan mulai dilengkapi dengan Badan Pendiri (wakil-wakil Gereja Partisipan), Badan Pengawas dan Badan Pengurus. 
Dalam perjalanan pelayanan Yayasan Biro Medis Bethesda selama kurun waktu 6 tahun, mulai dirasakan bahwa ruang lingkupnya perlu diperluas lagi dengan mengikut sertakan Gereja-Gereja Nasional lainnya yang berkedudukan di Provinsi Papua, maka mulailah direncanakan pendirian satu Yayasan baru sebagai wadah yang dapat memfasilitasi partisipasi Gereja-Gereja dibidang Kesehatan. 
Menjelang pertengahan tahun 1984, berdasarkan surat mandat dari gereja-gereja pendiri Yayasan, dibentuklah panitia persiapan pendirian yayasan baru dengan nama Yayasan Kesehatan Bethesda. Kemudian diangkat seorang Direktur Eksekutif (Bpk. Max Werimon) yang mulai bekerja sejak tanggal 1 September 1984. Bersamaan dengan itu ditetapkan juga Badan Pengawas dan Badan Pengurus baru yang terdiri dari perwakilan / utusan dari masing-masing gereja pendiri. 
Dan pada tanggal, 21 Desember 1984, secara resmi Yayasan Kesehatan Bethesda (YKB) Irian Jaya/Papua didirikan, dengan Akta pendirian tertanggal, 21 Desember 1984, No. 29, atas mufakat dan kerjasama Oikumenis Sembilan Gereja Nasional di Irian Jaya/Papua (Gereja Katolik, Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Gereja Kemah Injil Indonesia, Gereja Jemaat Protestan di Indonesia, Gereja Injili di Indonesia, Gereja Reformasi, Gereja Masehi Adven Hari Ketujuh, Gereja Baptis dan Gereja Protestan Alkitab di Indonesia). Dari aspek keorganisasian operasional YKB telah mengalami tiga (3) periode kepengurusan.


VISI 
Visi Yayasan adalah masyarakat, sehat, mandiri dan sejahtera. Untuk itu, Yayasan selalu berupaya mewujudkan, meningkatkan, dan memelihara kesinambungan usaha-usaha pembangunan kesehatan masyarakat, dengan perhatian khusus pada kelompok masyarakat pedesaan/kampung dan pedalaman di Papua.
MISI
Sebagai penjabaran dari Visi, Yayasan Kesehatan Bethesda melakukan upaya-upaya PENGGALANGAN PARTISIPASI MASYARAKAT melalui langkah-langkah; Merevitalisasi unit-unit kesehatan gereja dan mitra partisipan lainnya; Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengorganisir serta memfasilitasi kelompoknya dalam pengembangan kesehatan dan Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi hambatan kesehatan di lingkungannya, dengan selalu mengedepankan prinsip-prinsip kemitraan yang partisipatif dan transparan dengan cara ;
 
§ MELAYANI KEBUTUHAN KESEHATAN MASYARAKAT.
Dengan rela hati mau menerima keberadaan orang lain. 
§ MENCIPTAKAN SUASANA KERUKUNAN ANTAR PRIBADI MAUPUN KELOMPOK.
Saling menghargai dan mendukung dengan berdasarkan saling percaya. 
§ DENGAN PENUH KASIH SAYANG MEMUPUK RASA KESETIA-KAWANAN.
Setia dan jujur terhadap sesama dan pekerjaan. 
§ BERLAKU SOPAN SANTUN DAN RAMAH TAMA TERHADAP SIAPA SAJA.
Memiliki sikap pribadi yang rendah hati sehingga menumbuhkan rasa saling menerima. 
§ MENGADAKAN KOMUNIKASI ANTAR INDIVIDU DALAM KELOMPOK UNTUK MENGATASI RASA KETIDAK PUASAN DALAM MENGHADAPI KECENDERUNGAN PERKEMBANGAN KESEHATAN DI PAPUA.
Mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi orang banyak.
§ BERSIKAP PANTANG MENYERAH DALAM MENGHADAPI BERBAGAI TANTANGAN.
Memiliki sikap kreatif dan inovatif. 
§ SEBAGAI PENDAMPING DALAM ARTI SALING BELAJAR
Mempertahankan/memperjuangkan sikap mendahulukan kepentingan orang banyak. 
§ MAMPU MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN DAN KESWADAYAAN MASYARAKAT PAPUA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KESEHATAN.
Meningkatkan sikap bertakwa/kerohanian agar tidak kehilangan arah hidup.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls