Jumat, 02 Maret 2012

YANG MENARIK DARI PEREMPUAN DI KIWIROK

Perempuan di Kiwirok sama seperti perempuan pegunungan lainnya. Ketika terbangun di pagi hari, aktivitas di seputar rumah hanya berlangsung 1-2 jam, selebihnya mereka ada di kebun-kebun, sampai dengan pulang di sore hari. YKB berinteraksi dengan komunitas di Kiwirok sejak 2006 saat mulainya program promosi kesehatan seksual di gereja-gereja. Masyarakat di Kiwirok, 98% mengikuti gereja di GIDI (Gereja Injili di Indonesia). Dalam aktivitas bergereja, perempuan hanya dibolehkan memimpin kelompok perempuan, tidak boleh memimpin kelompok dimana hadir juga kaum lelaki. Dengan demikian, maka di awal pelatihan di tahun 2006, 10 orang perempuan dilatih juga sebagai fasilitator yang akan memberi informasi di lingkungan kelompok perempuan dalam setiap pertemuan ibadah di gereja.
Pada tahun 2008, dalam evaluasi bersama umat, para fasilitator perempuan membawa seorang ibu muda. Ibu muda ini diperkenalkan sebagai seseorang yang menjadi dampingan mereka selama ini dari masa gadisnya sampai mengambil keputusan menikah secara baik di gereja. Perubahan perilaku yang ditunjukkan ibu muda ini adalah dampak dari diskusi-diskusi interaktif kelompok yang dibangun bersama kaum perempuan, termasuk merekrut perempuan muda. 

Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitas perempuan yang tergabung dalam program promosi kesehatan seksual di Kiwirok. Perempuan-perempuan pemimpin ini, tadinya berpikir bahwa hanya kaum lelakilah yang biasa menjadi pemimpin – bukan perempuan. Saat ini mereka menyadari bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin. Hal ini ditunjukkan dengan semakin termotivasinya kaum perempuan untuk belajar dan belajar lewat program menggalang kepemimpinan gereja mencegah dan menangani dampak buruk HIV. Selain itu dalam beberapa bulan terakhir ini, dalam pertemuan YKB bersama fasilitator gereja, beberapa bapak mengajak pula istri mereka yang selama ini tidak terlibat dalam program untuk menghadiri pertemuan agar mereka pun dapat belajar. Pada tahun 2011 ini, delapan (8) ibu dilatih lagi untuk menjadi fasilitator gereja menyampaikan informasi kesehatan seksual, sehingga saat ini sudah menjadi 18 orang ibu yang aktif menyebarkan informasi di kalangan perempuan. Dari 18 orang ibu ini, ibu Sarah muncul sebagai pemimpin yang menonjol karena berani menyampaikan informasi dalam kelompok campuran laki-laki dan perempuan. Dalam kegiatan-kegiatan penyuluhan massal di pasar-pasar, mama Sarah – bergabung dalam Tim bersama bapak-bapak untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.Sampai dengan saat ini, perempuan di Kiwirok masih merasa lebih terbuka bicara kepada sesama perempuan tentang permasalahan seksual daripada kepada laki-laki. Oleh sebab itu, mereka pun menyuarakan bahwa “kami senang kalau ibu selfi dan ibu anna yang datang ke kewirok, bapa-bapa disini tidak bisa bicara informasi ini kepada mama-mama, kami juga tidak bisa bicara dengan bapak-bapak dari Bethesda”.YKB Papua di Kiwirok

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls